Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2007

“Lebaran sebentar lagi, hari yang dinanti-nanti, makan ketupat dibelah empat, alhamdulilah nikmat.” He3x, itu syair lagu anak-anak, yang menceritakan bahwa lebaran adalah hari yang istimewa. Sayangnya,¬†anak-anak nggak bisa nyanyi bareng dalam 1 hari yang sama…. Abis, bapak ibunya pada bingung mau lebaran kapan…”. Di Indonesia beberapa kali terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan tanggal 1 syawal sebagai hari raya idul fitri.Hal ini terjadi karena perbedaan pemahaman dan keyakinan mengenai hilal. Hilal adalah bulan sabit tipis yang terlihat di langit sesaat setelah matahari terbenam. Hilal akan terlihat setelah terjadi ijtimak (konjungsi) yaitu saat bulan terletak di antara matahari dan bumi dalam satu garis lurus.Menurut pendapat pihak pertama (digunakan oleh NU), hilal harus dilihat dengan mata manusia (Rukyat), jika hilal tidak terlihat maka jumlah hari dalam sebulan ditetapkan menjadi 30 hari. Pada Kalender Islam jumlah hari dalam sebulan adalah 29 atau 30 hari.

Menurut pendapat pihak kedua (digunakan oleh Muhammadiyah), hilal tidak harus dilihat dengan mata, tetapi bisa ditentukan dengan perhitungan ilmu pengetahuan (Hisab).

Di tahun tertentu kedua pendapat yang berbeda ini bisa menentukan hari lebaran yang sama persis, ini terjadi karena berdasarkan perhitungan, ijtimak terjadi pada waktu yang cukup lama (lebih dari 10 jam) sebelum matahari terbenam, sehingga hilal cukup jelas untuk terlihat dengan mata manusia. Dan akan ada perbedaan lebaran jika ijtimak terjadi sebelum matahari tenggelam dalam waktu yang sangat berdekatan.

Ada beberapa gagasan untuk membuat kesepakatan dalam menentukan awal kalender islam yang berhubungan dengan ibadah.

Salah satu nya yaitu (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Kapan Lebaran Anda Tahun 2007 ?, Jumat, 12 Oktober 2007 atau Sabtu, 13 Oktober 2007. Tahun ini 2007 kembali terjadi perbedaan pendapat dalam penentuan tanggal 1 Syawal yang merupakan hari raya Idul Fitri bagi kita Umat Muslim.Lebaran merupakan hari yang penting dalam ibadah dan budaya serta tradisi bagi kita umat muslim di Indonesia. Perbedaan pendapat ini terjadi karena terjadi beda pemahaman dan keyakinan tentang dasar penentuan tanggal 1 dalam kalender islam.

IJTIMAK atau konjungsi adalah saat dimana benda langit Bulan terletak diantara Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus, peristiwa ini menandai awal tanggal 1 dalam kalender islam.Setelah ijtimak saat matahari tenggelam di sore hari, Bulan Sabit tipis akan terlihat oleh manusia. Pergantian tanggal dalam kalender Islam adalah saat matahari tenggelam.

Ada 2 pendapat di Indonesia :
Pendapat Pertama : Tanggal 1 kalender Islam ditandai oleh Bulan Sabit Tipis, yang harus dilihat dengan mata. (Metode Rukyat, digunakan oleh NU)
Pendapat Kedua : Tanggal 1 kalender Islam ditandai oleh terjadinya Ijtimak, tanpa perlu melihat Bulan Sabit tipis. (Metode Hisab, digunakan oleh Muhammadiyah)

PENENTUAN AWAL LEBARAN TAHUN 2007, 1 SYAWAL 1428 Hijriah.

Saat Ijtimak : Kamis, 11 Oktober 2007, Jam 12 : 01 WIB.

Pendapat ke-1 : Tinggi bulan saat matahari tenggelam +0,5 derajad, terletak di atas ufuk, tidak terlihat, karena tinggi bulan yang sangat kecil. Sehingga esok hari Jumat, 12 Oktober 2007 belum tanggal 1 Syawal 1428, jumlah hari dalam bulan ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Pendapat ke-2 :. Ijtimak terjadi sebelum matahari tenggelam, sehingga esok hari Jumat, 12 Oktober 2007 adalah tanggal 1 Syawal 1428.

Terjadi perbedaan pendapat, tentang tanggal 1 Syawal 1428 H
Pendapat ke-1 : 1 Syawal 1428 adalah Sabtu, 13 Oktober 2007.
Pendapat ke-2 : 1 Syawal 1428 adalah Jumat, 12 Oktober 2007

Semoga di masa mendatang terdapat solusi untuk hal ini, sehingga kita umat islam di indonesia bisa berlebaran dengan bersama-sama.
Tahun ini meskipun kita tidak bersamaan dalam berlebaran, tetapi kita tetap saling menghargai dan tetap saling menghormati, insya allah, amin. ūüôā

Read Full Post »

Seperti yang pernah terjadi sebelum nya dan selalu ber-ulang, warga jogja dan sekitarnya, menjadi tegang karena isu akan terjadi nya gempa.

Menurut ahli ilmu bumi, gempa tektonik belum bisa diramal, gempa bumi tektonik adalah peristiwa pelepasan energi di dalam bumi yang terjadi akibat tabrakan dua bagian kulit bumi yang saling dorong mendorong akibat tenaga dari inti bumi.
Sampai saat ini di seluruh dunia belum ada ilmu dan teknologi yang bisa meramal dengan tepat kapan terjadi nya gempa bumi tektonik.
Untuk dapat dikatakan meramal gempa, harus bisa menjawab 3 unsur pertanyaan, yaitu :

1. kapan
2. di mana
3. seberapa besar, gempa akan terjadi.

Tentang dimana gempa akan terjadi, para ahli ilmu bumi mengatakan bahwa gempa bumi tektonik terjadi di tempat pertemuan dua bagian kulit bumi yang saling bertumbukan (lempeng tektonik yang saling bertumbukan) yang di sebut daerah subduksi, dan juga gempa bumi terjadi di sesar atau patahan di darat.

Seberapa besar gempa akan terjadi, secara teoritis dengan pendekatan matematis, bisa di hitung akumulasi energi yang terjadi di suatu daerah yang terdapat daerah subduksi dan patahan, semakin sering terjadi gempa kecil, maka semakin kecil energi gempa yang tersimpan di daerah tersebut.

Pertanyaan terakhir yang paling sulit di jawab adalah Kapan gempa bumi akan terjadi di suatu daerah tertentu. Sampai saat ini belum ada ilmu dan teknologi yang bisa menjawab dengan tepat jam, tanggal dan hari akan terjadi nya gempa.
Kata seorang rekan ahli ilmu bumi yang ngobrol dengan rekannya yang ahli psikologi, para ahli ilmu bumi tidak mampu meramal gempa, sama seperti psikolog yang tidak mampu meramal, kapan seseorang yang gila akan mengamuk dan kambuh gilanya ūüôā he3x.

Gempa belum bisa diramal, karena pelepasan energi di kulit bumi, terjadi dengan tiba-tiba.
Saat ini yang di lakukan para ahli adalah merekam gelombang getaran gempabumi yang merambat melalui lapisan kulit bumi, alat perekam itu disebut Seismograf. Dari gelombang gempa yang terekam itu, bisa di analisa dari perbedaan waktu merambat jenis-jenis gelombang gempa, dengan rumus fisika, yaitu kecepatan adalah jarak dibagi waktu, maka dapat ditentukan, pusat gempa, dan kedalaman gempa. Kemudian dari analisa amplitudo gelombang bisa ditentukan magnitudo atau kekuatan gempa tersebut.

wilayah indonesia yang berhadapan langsung dengan lokasi pertemuan lempeng tektonik adalah daerah rawan gempa tektonik, contoh bagian selatan pulau jawa. tetapi kapan dan seberapa besar kekuatan gempa tektonik akan terjadi, manusia belum bisa memprediksinya.

Sama seperti kita tidak bisa meramal kapan pencuri masuk ke rumah kita. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi pencuri tadi dengan memasang teralis, memasang gembok dan kunci tambahan di rumah kita.

Untuk Gempa Tektonik Yang bisa dilakukan adalah mengurangi kerugian akibat gempa tektonik dengan membuat bangunan tahan gempa dan memberi pendidikan tentang apa yang harus kita lakukan menghadapi gempa bumi dan melatihnya secara periodik. Sehingga kapan pun gempa tektonik terjadi kita sudah siap dan tidak panik.

Hal yang tersebut diatas juga di lakukan di negara maju yang rawan terhadap bencana gempa tektonik, seperti di jepang, usa, china.

Sedangkan tentang studi prediksi gempa bumi masih berupa hipotesa (dugaan ilmiah) yang belum menjadi teori atau ilmu, sehingga belum juga menjadi teknologi.

Sehingga tidak bijak, jika para ahli ilmu kebumian menyampaikan hipotesa prediksi gempa atau dugaan ilmiah tadi ke media massa atau masyarakat umum, sesaat setelah bencana gempa terjadi. Hal tersebut justru menyebabkan kepanikan di masyarakat. Seharusnya di sampaikan di forum ilmiah untuk diuji kebenarannya secara akademis.

aktivis lempeng tektonik terjadi di bawah permukaan bumi, sehingga belum bisa dipantau dengan radar, yang bisa dilakukan adalah dengan monitoring GPS presisi tinggi untuk memantau gerakan relatif tiap bagian lempeng tektonik, sehingga bisa diketahui arah dan kecepatan gerakan lempeng tektonik.

dampak kerusakan akibat gempa tektonik tidak selalu sebanding dengan jarak terhadap pusat gempa tektonik, tergantung dengan sifat lapisan batuan daerah tersebut (Site Effect/Periode Dominan/Percepatan Tanah), mekanisme sumber gempa (focal mechanism/penyebaran energi) dan mutu bangunan.

Info Data Kejadian Gempa tektonik BMKG Indonesia dan USGS Amerika Serikat berbeda, karena : jenis gelombang gempa yang terekam adalah berbeda, BMKG merekam gelombang gempa indonesia dari jarak yang dekat dengan sumbernya (body wave), dan memprioritaskan penentuan sumber gempa dengan cepat untuk keperluan peringatan dini tsunami, maksimal 5 menit setelah gempa tektonik terjadi, BMKG sudah dapat memberikan informasi gempa, kejadian gempa tasikmalaya 2 sept 2009, 4 menit setelah kejadian gempa info gempa sudah dapat diakses masyarakat melalui broadcast otomatis di televisi indonesia. Karena sumber gempa tektonik di laut di indonesia yang cukup dekat dengan daratan, memerlukan informasi yang cepat untuk peringatan dini tsunami.

Sedangkan USGS merekam gelombang gempa dengan seismograph yang tersebar di seluruh dunia, gempa indonesia direkam oleh USGS dari jarak yang cukup jauh dari sumbernya, jenis gelombang gempa yang direkam adalah gelombang permukaan (surface wave) dan waktu tempuh gelombang gempa hingga tercatat oleh seismograph cukup jauh.

Info Data Gempa Siapa yang paling benar?, Saat pertemuan beberapa institusi seismologi dunia termasuk BMKG dan USGS, dinyatakan mutu info data gempa yang terbaik adalah data gempa yang terekam oleh seismograph yang terdekat dengan sumber gempa tersebut.

Bahan Bacaan :
http://bmg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&IDS=5408481373414691018&IDD=8703625340715551170
http://bmkgyogya.wordpress.com

Read Full Post »