Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2009

Indonesia terletak di wilayah tropis, sehingga secara umum, khususnya pulau jawa memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Cuaca di Indonesia terasa nyaman untuk manusia, sinar matahari sepanjang tahun bersinar, dan tidak terjadi cuaca yang sangat ekstrim seperti di daerah sub tropis, misalnya di eropa dan amerika.

Cuaca ekstrim di Indonesia berupa angin kencang, petir, curah hujan tinggi yang sesaat, umumnya terjadi di saat pancaroba, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan sebaliknya. Salah satu nya diakibatkan oleh adanya intensitas pemanasan matahari yang tinggi, sehingga banyak penguapan dan terbentuk awan konvektif yaitu awan Cumulusnimbus (Cb) yang berbentuk hitam bergumpal.

Di Indonesia TIDAK AKAN PERNAH ada Badai Atau Siklon atau Tornado, karena badai sesuai sifat fisisnya akan selalu bergerak menjauh dari daerah katulistiwa, karena efek gaya Coriolis perputaran bumi. 

wind3000

 

 

 

 

 

 

Saat ini 8 Oktober 2009 di Belahan Bumi Utara di Laut Cina Selatan dekat Philipina terdapat Badai Tropis “Parma”, yang berpengaruh ke indonesia hanya berupa dampak kecil berupa konsentrasi kumpulan awan. Badai ini tidak akan pernah melanda indonesia kita hanya terkena dampak kecil yaitu terjadi peningkatan curah hujan.

Iklan

Read Full Post »

Indonesia Rawan Gempa Bumi Tektonik, karena terletak di dekat pertemuan lempeng tektonik. Salah satu pertemuan lempeng tektonik yaitu di laut di selatan pulau Jawa. Lempeng tektonik ini saling dorong mendorong secara terus menerus akibat adanya tenaga dari inti bumi yang panas. Jika batuan tidak kuat menahan energi yang terjadi terus menerus tersebut, maka batuan tersebut akan patah dan terlepas energi getaran yang terasa oleh manusia sebagai gempa bumi.

Karena peristiwa pelepasan energi ini terjadi secara tiba-tiba, maka gempa bumi TIDAK BISA DIRAMAL, jadi jangan percaya jika ada isu yang mengatakan tanggal sekian jam sekian akan terjadi gempa bumi, itu pasti bohong.

Yang bisa dilakukan adalah merekam gelombang getaran gempa dengan alat Seismograf, kemudian gelombang tadi dianalisa, sehingga bisa ditentukan pusat sumber gempa, kekuatan magnitudo gempa, dan jika pusat sumber gempa tersebut terletak di laut, bisa di analisa potensi terjadi nya tsunami, jika berpotensi tsunami maka akan diberikan peringatan dini kepada masyarakat di pantai untuk menjauh dari pantai.

BMKG telah berhasil, maksimal dalam waktu 5 menit setelah terjadi gempa, informasi gempa dan potensi tsunami sudah dapat diterima oleh masyarakat melalaui berbagai media. Anda juga bisa mendapatkan informasi otomatis dari BMKG ini, dengan software yang bisa di download di https://tonyaguswijaya.wordpress.com/2009/05/01/software-info-gempa-dan-warning-tsunami-bmkg

Gempa bumi tektonik tidak bisa dihentikan atau dicegah, Gempa bumi tidak membunuh secara langsung, Korban adalah akibat tertimpa bangunan yang rusak, maka langkah untuk menghadapi gempa adalah dengan membuat rumah yang memenuhi syarat bangunan tahan gempa dan kita mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Saat terjadi gempa, maka hal yang paling aman adalah mencari tempat terbuka yang terdekat. Kunci Utama nya adalah tidak boleh Panik, di gedung tinggi, dengan berebut di tangga untuk keluar, justru lebih berbahaya, jika kita berada di gedung yang berlantai tinggi atau kita tidak mungkin untuk lari keluar dari rumah, maka lindungi tubuh kita dari reruntuhan bangunan dengan berlindung di meja yang kokoh atau di tempat lain yang tidak tertimpa reruntuhan secara langsung, dan respon ini perlu dilatih secara periodik, Jadi kapanpun gempa bumi terjadi kita sudah siap.

Mari mengenal dan akrab bersama Gempa.

Materi yang Lain bisa dibaca di :

https://tonyaguswijaya.wordpress.com/2007/09/25/isu-ramalan-gempa-bumi-yang-bikin-heboh

Read Full Post »